Dua Ahli Pertanahan Didengarkan Keterangannya dalam Satu Persidangan KI Pusat


Dua ahli pertanahan dihadirkan dalam persidangan ajudikasi non litigasi lanjutan antara Pemohon Annie Sri Cahayani terhadap Termohon Badan Publik Kementerian ATR/Badan Pertanahan Negara (BPN), kedua ahli tersebut adalah dosen pasca sarjana bidang hukum pertanahan UKI Jakarta Dr Aartje Tehupeiory dan mantan penasehat Menteri ATR/BPN Dr Ronsen Pasaribu. Keterangan kedua ahli pertanahan tersebut didengarkan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Komisioner (MK) Komisi Informasi (KI) Pusat Cecep Suryadi beranggotakan Romanus Ndau Lendong dan Arif Adi Kuswardono didampingi Panitera Pengganti (PP) Eni Fajar di ruang sidang Kantor Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta, Rabu (11/12).
Pada keterangan ahli pertama, Dr Aartje mengatakan untuk permohonan informasi warkah pemohon seharusnya disediakan termohon. Menurutnya jika, sampai terjadi kehilangan warkah maka prinsip kehati-hatian yang harus dilaksanakan termohon tidak dilaksanakan secara baik.
Untuk itu, ahli mengatakan seharusnya dilakukan pengukuran ulang terhadap sebidang tanah pemohon agar warkahnya dapat diadakan jika nantinya warkah ditemukan maka salah satu warkah dimusnahkan. Namun kata pemohon tidak pernah dilayani BPN untuk ukur ulang karena gugatan perdata sudah dimenangkan pemegang warkah lainnya, ahli usulkan teliti secara administrasi banding ke PTUN atas putusan perdata.
Sementara ahli kedua, Dr Ronsen mengatakan informasi tentang warkah dapat diberikan kepada pihak yang berkepentingan. Menurutnya jika arsip warkah dinyatakan hilang harus ada laporan polisi, jika tidak ditemukan maka lembaga penyimpan harus bertanggungjawab.
Sama dengan pendapat ahli pertama, agar dilakukan pemulihan warkah melalui ukur ulang. Untuk akte jual beli tanah dapat ditelusuri lewat notaris, juga menyusun kembali melalui kepala kantor pertanahan BPN Tangerang Selatan sebagai lokasi kejadian.
Namun jika terjadi warkah duplikasi maka harus dilaksanakan mediasi terhadap kedua belah pihak. Jika keduanya bersikeras maka para pihak itu tidak bisa menggunakan haknya atas tanah yang disengketakan, maka harus ada win-win solution. (laporan: karel salim/foto: abdul rahman)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply