GELAR LITERASI VAKSIN COVID-19, KI PUSAT BERHARAP PUBLIK MEMPEROLEH INFORMASI BENAR, AKURAT DAN TIDAK MENYESATKAN


Komisi Informasi (KI) Pusat bekerjasama dengan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menggelar literasi mengenai vaksin Covid-19 kepada publik secara umum yang disiarkan live melalui channel youtube dan zoom meeting dari studio TV Beritasatu Jakarta, Rabu (27/01/2021). Ketua KI Pusat Gede Narayana didampingi Sekretaris KI Pusat MH Munzaer, membuka acara literasi vaksin Covid-19, menyampaikan bahwa literasi vaksin Covid-19 ini sangat penting agar masyarakat di tanah air memperoleh informasi yang benar, akurat dan tidak menyesatkan dari sumber resmi Badan Publik, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Sementara itu, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) KI Pusat yang juga koordinator acara literasi ini, Arif A Kuswardono menyampaikan pentingnya masyarakat memperoleh informasi yang tepat tentang vaksin Covid-19 sehingga meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah guna menekan jumlah penderita Covid-19. Bahkan menurutnya, KI Pusat sendiri telah membuat Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pelayanan Informasi Publik Dalam Masa Darurat Kesehatan Masyarakat Akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang disampaikan ke seluruh Badan Publik (BP) pada 6 April 2020.
Dalam kegiatan literasi vaksin virus corona secara virtual yang diikuti lebih dari 650 peserta dari seluruh Indonesia, menghadirkan Narasumber Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Lucia Rizka Andalusia, Dr. Asrorun Niam Sholeh dsari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono, dan Ketua Komunikasi Publik KPCPEN Rosarita Niken Widiastuti.
Menurut Rizka Andalusia berdasarkan data uji vaksin Covid-19, Sinovac pada hewan dan uji klinik pada manusia mulai dari studi fase 1, fase 2 dan interim fase 3 di Tiongkok, kemudian di Indonesia, Turki dan Brazil (>10.000 subjek), secara keseluruhan menunjukkan vaksin aman. Sedangkan laporan efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang, yaitu efek samping lokal berupa nyeri, indurasi (iritasi), kemerahan dan pembengkakan. Selain itu terdapat efek samping sistemik berupa myalgia (nyeri otot), fatigue, dan demam.
Namun demikian, ia mengingatkan jika terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang meresahkan dan menimbulkan perhatian
berlebihan masyarakat, harus segera direspons, diinvestigasi dan laporannya segera dikirim langsung kepada Kementerian
Kesehatan cq. Sub Direktorat Imunisasi/Komnas PP-KIPI atau melalui WA grup Komda KIPI – Focal Point, email: komnasppkipi@gmail.com dan data_imunisasi@yahoo.com ;website:keamananvaksin.kemkes.go.id. (Laporan : Karel Salim)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply