KEMKOMINFO RI RAPAT DINAS AWAL TAHUN LIBATKAN 1.500 PESERTA TERMASUK KI PUSAT


Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G Plate memimpin rapat dinas awal tahun yang melibatkan peserta terbesar hingga lebih dari 1.500 pegawai Kementerian Kominfo seluruh Indonesia termasuk Lembaga Kuasi Negara (State Auxalary Bodies) Komisi Informasi (KI) Pusat, KPI, dan Dewan Pers terdiri dari PNS (Pegawai Negeri Sipil), CPNS (Calon Pegawain Negeri Sipil), dan PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri). Rapat yang digelar secara virtual melalui link zoom meeting dan official youtube, Senin (04/01/2021) dihadiri seluruh jajaran pejabat eselon satu, Ismail MT sebagai Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Ahmad M. Ramli Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI), Semuel Abrijani Pangerapan Dirjen Aplikasi Informatika, Widodo Muktyo Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Doddy Setiadi Irjen Kominfo, Anang Latif Kepala Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), dan Hary Budiarto Kepala Badan Litbang bersama Sekretaris KI Pusat MH Munzaer serta semua pejabat lainnya.
Dalam acara rapat besar perdana tersebut dipandu oleh Sekretaris Jenderal Kominfo Mira Tayyiba yang baru menjabat 23 Desember 2020 menggantikan Sekjen Rosarita Niken Widiastuti. Sebagaimana diketahui, Mira pernah menjabat Staf Ahli Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan SDM Kemenko Bidang Perekonomian sejak tahun 2020, Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenko Bidang Perekonomian (2019-2020).
Menkominfo Johnny menyampaikan lima poin penting dalam upaya memajukan kinerja jajaran Kominfo di pusat dan daerah pada 2021, pertama perlunya peningkatakan kapasitas Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo yang dapat mengkomunikasikan program pemerintah yang menciptakan rasa aman dan nyaman di masyrakat. Kedua perlunya Kominfo membangunan infrastruktur 4G di seluruh wilayah Indonesia sehingga layanan publik benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketiga, adalah pembangunan Pusat Data Nasional yang merupakan tuntutan dari kebijakan pemerintah Satu Data juga dalam rangka efisiensi ruang digital perlu aplikasi yang efisien seperti Super Aplikasi. Adanya 270 Pusat Data saat ini tidak efisien bahkan cenderung terjadi pemborosan biaya, jika ratusan pusat data itu dijadikan Pusat Data Nasional maka dapat menghemat anggaran hingga Rp 20 Triliun.
Keempat perlu meningkatkan ketersediaan bandwit yang memadai pada 2021 sehingga memperlancar komunikasi lewat Teknologi Informasi. Kelima, sudah saatnya pelaksanaan full tv digital di seluruh tanah air, termasuk memacu perkembangan ekonomi digital, on boarding UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Poin lainnya yang disampaikan Menkominfo Johnny adalah pentingnya terus meningkatkan komunikasi tentang penangan covid 19 melalui vaksinasi. Serta hal lain tentang perlunya menjaga perbatasan NKRI di Natuna Utara bekerjasama dengan operator seluler menyampaikan pesan singkat SMS setiap ada lalu lintas laut melewati perbatasan dengan pesan: Selamat Anda Berada di Wilayah Indonesia. (Laporan: Karel Salim/Foto: Printscan Zoom)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply