KI Pusat Berharap KI Papua Barat Tidak Merasa Masih Baru


Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Gede Narayana mengharapkan Komisioner KI Papua Barat yang baru dilantik pada 29 Maret 2019 tidak merasa masih baru karena masyarakat tidak mau tahu, yang penting mendapat kemudahan pelayanan keterbukaan informasi publik. Hal itu disampaikannya kepada lima komisioner KI Papua Barat yang melakukan konsultasi ke KI Pusat diterima Ketua KI Pusat bersama Komisioner KI Pusat Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) Arif Adi Kuswardono, Komisioner Bidang Kelembagaan Cecep Suryadi, dan Komisioner Bidang Regulasi dan Kebijakan Publik Muhammad Syahyan di Ruang Rapat lantai 9 Kantor Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta pada Rabu (08/05).
Pada kesempatan konsultasi tersebut, rombongan KI Papua Barat dipimpin Ketua-nya Johanes Renyaan bersama Wakil Ketua KI Papua Barat Yustinus Opur beranggotakan Komisioner Bidang PSI Desi S. Suharsono, Komisioner Bidang ASE Donny dan Komisoner Bidang Kelembagaan Andi Sastra Benny Saragih bersama Sekretaris S Indouw bersama dua staf-nya Muhammad Fahmi dan Ridwan Burangasi. Lebih lanjut, Gede Narayana menyatakan sudah menjadi konsekuensi KI Papua Barat sebagai pelaksana keterbukaan informasi publik harus siap melayani masyarakat meski baru terbentuk.
Untuk itu, ia berharap agar tim KI Papua Barat yang sedang berkunjung ke Jakarta dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin mengikuti tata cara persidangan, bidang kelembagaan juga belajar tentang kelembagaan demikian juga dengan bidang ASE. Arif Adi Kuswardono menawarkan kepada KI Papua Barat agar ikuti coaching clinic PSI meski nantinya tetap ada pelatihan PSI khusus di Jakarta atau di Manokwari Papua Barat.
Muhammad Syahyan mengatakan KI Papua Barat dapat melakukan skala prioritas dalam menjalankan tugasnya. Sementara Cecep Suryadi terus memberikan semangat terhadap rombongan KI Papua Barat agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif. (Laporan : Karel Salim/Foto : Abdul Rahman)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply