KI Pusat Cerahkan Keterbukaan Informasi dalam “Nelayan Go Online” di Parimo Sulteng


Komisi Informasi (KI)Pusat melakukan pencerahan tentang keterbukaan informasi publik terhadap masyarakat dalam program “Nelayan Go Online” di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah pada Rabu (24/04). Acara yang digelar Ditjen Aptika Kominfo bersama KI Pusat diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari Nelayan, Penyuluh dan SKPD terkait digelar di Tunas Harapan Hotel, Parigi Moutong Sulawesi Tengah.
Komisioner KI Pusat Bidang Advokasi Sosialisasi Edukasi Wafa Patria Umma pada kegiatan ini mencerahkan peserta mengenai peran dan fungsi KI Pusat. Dijelaskannya bahwa KI Pusat menjalankan UU no 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, menerapkan standar keterbukaan informasi publik, dan menyelesaikan sengketa informasi publik. Wafa juga menyampaikan perihal alur proses masyarakat untuk mendapatkan informasi dari pemerintah.
Sementara Setditjen Aptika Kominfo Sadjan menyampaikan bahwa Kementerian Kominfo mendukung implementasi digitalisasi melalui program “Nelayan Go Online”, juga program 1.000 Startup Digital, 8 Juta UMKM Go Online, Petani Go Online dan implementasi digitalisasi pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan sebagainya.
Ia berharap adanya bantuan digitalisasi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memberi kebanggaan terhadap profesi nelayan sehingga regenerasi kepada anak-anak nelayan dapat berlanjut.
Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai pada kesempatan itu menyampaikan bahwa dahulu untuk mencari ikan dengan menggunakan teknologi satelit sangat mahal dan tidak terjangkau. Kini sudah ada aplikasi yang dapat diakses dari HP Android untuk mendapatkan data terkait daerah tangkapan (aplikasi SISNELY yang di kembangkan oleh BRSDM KKP) dengan bantuan teknologi tersebut, proses mencari ikan bisa diubah menjadi proses mengambil ikan karena lokasi ikan sudah dapat diketahui.
“Digitalisasi saat ini diimplementasikan tidak hanya untuk sektor perikanan tapi juga pertanian karenanya Kabupaten Parimo berniat menindaklanjuti program-program digtalisasi, baik di sektor pertanian maupun perikanan dan membuka peluang MoU dengan Kemenkominfo terkait implementasinya,” katanya.
Disampaikannya, sebanyak 17,44% dari total penduduk di Parigi Moutong masuk ke dalam kategori miskin, jumlah nelayan di Kabupaten Parigi Moutong kurang lebih ada 9.000 Nelayan. Menurutnya Parimo merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar.
Ia mengatakan Parimo memiliki panjang garis pantai sepanjang 472 km dengan potensi unggulan antara lain udang, tuna, rumput laut dan bandeng sehingga Parimo menjadi salah satu daerah penghasil ikan bandeng yang besar di Sulawesi Tengah dengan luas lahan 3.362 ha dan produksi 12.335,3 ton serta produktivitasnya 3,6 ton/ha.
“Ikan bandeng produk petambak di Kabupaten Parigi Moutong mulai memasuki pasar ekspor. di Parigi Moutong terdapat sekitar 7.000 tambak yang sebagian besar sudah di kelola pengusaha tambak,” katanya menjelaskan. Program Nelayan Go Online di Kabupaten Parigi Moutong dihadiri Sekertaris Daerah Parigi Moutong Ardi, Kadis Perikanan Parigi Moutong Efendi Batjo, Kadis Kominfo Parigi Moutong Hamka Lagala, utusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sri Suryo Sukoraharjo dan Agus Sufyan, utusan ARUNA Irham Ahada, dan Kasubdit Pengembangan Ekosistem Digital Pertanian dan Perikanan Wijayanto.
Pada kesempatan ini, ARUNA juga melakukan launching miniplant di Parimo yang terletak di Desa Pangi dan Boyantongo melalui pemberdayaan BUMDes dengan target komoditas perikanannya berupa Rajungan dan Ikan Laut Dasar. (Laporan/Foto : Agus Wijayanto/Editor: Karel)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply