KI Pusat Jelaskan Informasi Serta Merta ke Penyandang Disabilitas


Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Gede Narayana menjelaskan kepada para penyandang disabilitas tentang kriteria informasi serta merta dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik. Penyampaian tersebut, dilakukan Gede saat menjadi narasumber pada kegiatan bimbingan teknis literasi bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bagi penyandang disabilitas di Pusat TIKNAS Ciputat Tangerang Selatan pada Kamis (09/05).
Pada kegiatan bertitel “Menjamin Hak Akses Informasi Bagi Penyandang Disabilitas” itu dibuka oleh . Sekretaris Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Haryati dengan moderator Nunik Purwanti. Pada acara pelatihan itu, peserta yang terdiri dari sejumlah penyandang disabilitas seperti tuna netra, tuna daksa, tuna rungi, tuna grahita dan sebagainya mendapatkan pelatihan multi media penggunaan softwere Adobe Photoshop dan Corel Vidiografi, selain mendapatkan materi tentang keterbukaan informasi publik.
Lebih lanjut, Gede menyampaikan bahwa informasi kategori serta merta yang wajib disedikan oleh Badan Publik adalah informasi yang wajib diumumkan seketika tanpa jeda waktu. Karena informasi serta merta meliputi informasi yang jika ditunda penyampaiannya dapat menimbulkan kerugian jiwa atau harta benda masyarakat.
Dicontohkannya, seperti informasi mengenai wabah penyakit menular, peristiwa banjir, peristiwa gunung meletus, gempa bumi dan sebagainya karena peristiwanya dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan menggangu ketertiban umum. Bahkan Badan Publik yang bertanggungjawab terhadap informasi serta merta tersebut dapat kena sanksi jika tidak segera mengumumkan informasi tersebut.
Selain itu, juga dijelaskan tentang tentang tiga jenis informasi yang harus dikelola oleh Badan Publik, yaitu Informasi Tersedia Setiap Saat, Informasi Berkala, dan Informasi Dikecualikan. Hal itu disampaikan kepada penyandang disabilitas karena perinsip dari pelaksanaan undang-undang keterbukaan informasi publik berlaku untuk seluruh warga negara termasuk kepada penyandang disabilitas.(Laporan : Karel Salim/Foto: Reno Bima Yudha)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply