KI Pusat Minta Akurasi Informasi Covid-19 dapat Tingkatkan Partisipasi Publik

Ketua Bidang Kelembagaan Komisi Informasi (KI) Pusat Cecep Suryadi meminta kepada seluruh Badan Publik (BP) yang menyampaikan informasi tentang Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) harus akurat agar ada partisipasi masyarakat sehingga meningkatkan kepercayaan publik. Hal tersebut disampaikan Cecep saat bersama Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Prof Widodo Muktiyo sebagai narasumber dalam acara Dialog Interaktif kerjasama RRI dan KI Pusat dipandu presenter Bayu Firmansyah dari studio RRI Pro-3 Jakarta, Senin (11/05/2020) sore.

Live dialog yang bisa dipantau lewat siaran langsung yang dipancarkan secara nasional itu bertitel “Pentingnya Akurasi Informasi dalam Menghadapi Covid-19”, selama sekitar satu jam dengan melibatkan pendengar. Dalam penyampaiannya, Cecep mengatakan seluruh BP yang terlibat dalam penyebaran informasi Covid-19 terutama Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, agar menyampaikan informasi secara akurat, benar, dan tidak menyesatkan sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat (publik).

Menurutnya, hanya dengan informasi yang akurat maka masyarakat dapat terlibat dalam partisipasi penanggulangan wabah Covid-19 yang telah berlangsung selama tiga bulan di tanah air. “Adanya masyarakat yang kurang kooperatif dalam mencegah Covid-19, seperti masyarakat tetap kumpul-kumpul di luar rumah dan tidak mengenakan masker karena belum mendapatkan informasi yang akurat dari BP,” katanya menjelaskan.

Belum lagi soal informasi dana penanggulangan Covid-19 yang jumlah ratusan triliun tapi tidak tersampaikan secara akurat ke masyarakat sehingga publik merasa tidak diikutkan dalam program bantuan tersebut. “Saya mencermati di sejumlah kabupaten dan kota di tanah air yang tidak menyampaikan informasi tentang pembahasan anggaran alokasi penanganan Covid-19 meski telah dilakukan pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD setempat,” urainya lagi.

Sementara itu, Widodo menyoroti pentingnya menghalau informasi hoax soal Covid-19 yang menyebarluas di tengah masyarakat sehingga membuat publik stress, padahal stress dapat membuat imunitas tubuh menurun sehingga akan mudah terserang Covid-19. Disampaikannya, bahwa pemantauan yang dilakukan Kominfo menemukan adanya sebanyak 670-an informasi hoax yang menyebar di media sosial soal Covid-19 sehingga membuat publik stress.

Atas laporan masyarakat dan kerjasama aparat keamanan, maka menurutnya sekarang ini sudah ada ratusan pembuat dan penyebar informasi hoax atau bohong tentang Covid-19 di media sosial telah diamankan bahkan ada sepuluah orang diantaranya sudah ditahan oleh kepolisian. Ia mencontohkan soal informasi mudik, menurutnya mudik tetap dilarang meski ijin operasional transportasi terbatas diperkenankan tapi bukan untuk mudik, pelanggaran mudik akan kena sanksi. (Laporan : Karel Salim)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply