MK KI PUSAT KABULKAN PERMOHONAN PEMOHON UNTUK SEBAGIAN


Majelis Komisioner (MK) Komisi Informasi (KI) Pusat mengabulkan untuk sebagian informasi yang diminta oleh pemohon karena sebagian informasi tidak dikuasai oleh termohon. Hal itu disampaikan dalam amar putusan sengketa informasi antara Pemohon YLBHI Padang terhadap Termohon Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang dipimpin oleh Ketua MK KI Pusat Arif Adi Kuswardono beranggotakan Romanus Ndau Lendong bersama Muhammad Syahyan didamping Panitera Pengganti (PP) Aldi Rano Sianturi di ruang sidang 2 Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta, Kamis (01/10/2020).
Proses persidangan sengketa informasi register 002/I/KIP-PS/2019 antara Pemohon YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) Padang terhadap Kementerian ESDM itu termasuk panjang. Bahkan sudah sempat dilakukan mediasi namun kemudian dilanjutkan kembali ke persidangan ajudikasi non litigasi karena mediasi tidak berhasil.
Kemudian, termohon melakukan uji konsekuensi karena informasi yang diminta pemohon dikecualikan. Namun dalam amar putusan MK yang dihadiri para pihak dalam persidangan secara online (zoom meeting) dinyatakan mengabulkan permohonan informasi pemohon untuk sebagian.
Adapun informasi yang diminta pemohon terkait informasi tentang persetujuan masyarat sekitar Gunung Talang Padang Sumatera Barat untuk proyek energy panas bumi (geo thermal) tidak dapat diberikan ke pemohon karena tidak dikuasi oleh termohon. Sedangkan terkait laporan geo thermal mengenai masalah dan dampaknya merupakan informasi terbuka sepanjang tidak termasuk informasi tentang metode kerja dan soal keungan.
Mengenai informasi pemanfaatkan 20 hektr kawasan untuk proyek geo thermal tidak diberikan karena tidak dalm penguasaan termohon. Setelah membacakan amar putusannya, MK menyatakan akan segera menyerahkan putusan tersebut setelah disempurnakan, dan setelah diterimanya putusan oleh para pihak maka dalam waktu 14 hari, putusan dinyatakan inkrah (berkekuatan hukum tetap) jika para pihak tidak melakukan langkah hukum ke PTUN terhadap putusan tersebut. (Laporan : Karel Salim/Foto: Ari Wijaya)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply