MK KI Pusat Tangani Tiga Sengketa Informasi Sekaligus


Komisi Informasi (KI) Pusat terus meningkatkan pelayanan penyelesaian sengketa informasi terhadap register sengketa informasi. Hal itu ditunjukkan dalam penanganan penyelesaian sengketa informasi satu Majelis Komisioner (MK) KI Pusat mampu menangani tiga register sengketa informasi sekaligus secara marathon dalam satu hari di ruang sidang 1 lantai 1 Kantor Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jl. Abdul Muis 40 Jakarta Pusat pada Selasa (16/07).
Satu paket MK yang diketuai Wafa Patria Umma beranggotakan Romanus Ndau Lendong dan Hendra J Kede didampingi Panitera Pengganti (PP) Indra Hasby, melaksanakan sidang secara marathon dalam sehari terhadap tiga register sengketa informasi secara bergantian. Dimulai dari persidangan sengketa informasi dengan register 118/XII/KIP-PS/2017 Dayanudin terhadap Pemerintah Desa Kramat, Maluku Utara.
Dalam persidangan itu, hadir kuasa pemohon namun tanpa kehadiran termohon dari Desa Kramat Maluku Utara. Adapun informasi yang diminta oleh pemohon individu tersebut, adalah informasi penggunaan APBDES (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) termasuk informasi tentang penggunaan dana pembangunan drainase di Desa Kramat serta realisasi anggaran 2017.
Persidangan berikutnya, adalah penyelesaian sengketa informasi register 041/IX/KIP-PS/2018 antara Ryuley R Sumbayak terhadap Majelis Pengawas Pusat Notaris (MPPN) RI. Pada persidagan tersebut, para pihak, baik pemohon maupun termohon hadir dalam persidangan, pemohon individu hanya minta informasi berupa jawaban apakah MPPN benar telah memberikan surat kuasa saat berperkara di Pengadilan Negeri Jakarta.
Dan persidangan terakhir yang ditangani formasi MK yang sama itu, adalah register 101a/VIII/KIP-PS/2017 antara Zulkifli Musi terhadap PT Perkebunan Nusantara 1 yang berkedudukan di Nanggroe Aceh Darussalam. Namun dalam persidangan pemeriksaan awal tersebut, pemohon tidak hadir sementara termohon hadirkan kuasanya. (Laporan : Karel Salim/Foto: Ari Wijaya)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply