NILAI-NILAI PANCASILA DAPAT DITERAPKAN DALAM PELAYANAN INFORMASI PUBLIK

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Komisi Informasi (KI) Pusat menggelar webinar ketujuh atau yang terakhir dalam rangka literasi digital dan keterbukaan informasi publik. Pada seri webinar ketujuh, Komisioner Bidang Regulasi dan Kebijakan Publik KI Pusat Muhammad Syahyan menjadi Narasumber bersama Founder Freepo Business Sytem Motivator Nasional Legisan S Samtafsir serta Dosen Etika dan Filsafat Komunikasi LSPR Jakarta Yohannes Don Bosco Doho melalui daring menggunakan zoom meeting, Jumat (04/06/2021), acara dibuka Plt.Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu dengan moderator Tenaga Ahli KI Pusat Agus Wijayanto Nugroho.

Pada kesempatan itu, M Syahyan menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terkecuali di bidang keterbukaan informasi publik. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dapat digunakan oleh semua Badan Publik (BP) dalam memberikan pelayanan informasi kepada publik sebagai upaya mencerdaskan dan mensejahteraan bangsa Indonesia.

Ia mencontohkan penerapan nilai Pancasila dalam pelayanan informasi publik dapat ditunjukkan dari cara PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) BP memberikan pelayanan secara adil kepada pemohon informasi tanpa membeda-bedakan, sebagai cerminan dari sila kelima Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Demikian juga saat PPID membarikan informasi kepada publik, maka harus memegang prinsip informasi yang diberikan adalah informasi yang akurat, benar dan tidak menyesatkan sehingga memberikan manfaat kepada pemohon informasi, sebagai cerminan dari sila pertama Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa, menunjukkan sikap jujur PPID saat memberikan informasi yang benar kepada publik.
Sementara Legisan S Samtafsir mengingatkan kembali tentang pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, menurutnya harus ada suriteladan dari pimpinan setiap lembaga untuk memberikan contoh tentang nilai-nilai Pancasila, seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai musyawarah, dan nilai keadilan yang ada pada lima sila itu.
Kedua, ia menyampaikan pentingnya konten atau isi dari materi detail tentang nilai-nilai Pancasila yang perlu disampaikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah dicontoh dan diaplikasikan di tengah masyarakat terutama bagi kaum milineal. Ketiga, disebutkan bahwa harus ada sistem yang tepat dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila, seperti sistem penegakan hukum yang adil sebagai manifestasi dari nilai luhur sila kedua Pancasila.
“Saya meyakini nilai Pancasila yang dianut bangsa Indonesia merupakan landasan penting bagi berdirinya bangsa ini sehingga perlu dirawat dan dijaga secara baik serta jangan dipertentangkan dengan agama, Pancasila merupakan ideologi yang satu-satunya di dunia,” katanya menjelaskan. Untuk itu, ia mengharapkan agar implementasi Pancasila seharunya meresap sebagai chip (sensor) yang tertanam kuat kedalam jiwa setiap warga negara Indonesia.
Adapun Yohannes Don Bosco Doho menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasil dapat menyasar ke kaum milineal dengan cara memahami keinginan kaum milineal dalam menggunakan perangkat digital. “Kemenkominfo dapat membuat aplikasi game yang mengajarkan tentang nilai-nilai Pancasila, seperti game yang tidak menghancurkan tapi tolong menolong, saling menghargai, persahabatan dan lainnya,” katanya.
Ia juga menyatakan sepakat dengan Legisan bahwa sudah saatnya nilai-nilai Pancasila harus ditunjukkan dari para pemimpin terutama tokoh masyarakat. Menurutnya, sebagai kearifan budaya, di NTT yang jadi panutan dan didengar ucapannya oleh masyarakat adalah dua tuan, yaitu tuan guru (ulama) dan tuan pastor (pendeta) maka perlu menjadikan kedua tokoh masyarakat ini sebagai komunikan dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila.
Sependapat dengan Don Bosco, Ferdinandus menyampaikan bahwa sejak beberapa tahun lalu, telah melaksanakan konsep penyampaian nilai-nilai Pancasila di Gereja. Setiap tahun diangkap tema Pancasila berdasarkan sila-sila dalam Pancasila, mulai dari Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. (Laporan/Foto: Karel Salim)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply