Menkominfo: Peringatan RTKD Sedunia Menstimulasi Masyarakat Dapatkan Informasi Terbaik

Laporan : Karel Salim

Menteri Komu­nikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan bahwa peringatan Hari Hak untuk Tahu sedunia (RTKD/Right To Know Day) yang diperingati setiap tahun bertujuan untuk men­sti­mulasi masyarakat agar mendapatkan infor­masi yang lebih baik karena sumbernya jelas dari Badan Publik (BP). Hal itu disampaikan Rudiantara pada peringatan Hari Hak untuk Tahu di Monas Jakarta pada Minggu (30/09) yang digelar oleh Komisi Informasi (KI) Pusat. Pada peringatan RTKD tersebut, KI Pusat juga mengukuhkan Prof Mahfud MD sebagai Duta Keterbukaan Informasi Publik.

Menkominfo menyampaikan bahwa Hari Hak untuk Tahu atau “Right to Know Day” yang dipe­ringati secara internasional pada 28 September setiap tahun bertujuan mendorong BP lebih terbuka sehingga masyarakat men­dapatkan informasi yang lebih baik dan terbebas dari informasi hoax. Ia mengatakan BP harus mempersiapkan dirinya membuka informasi, baik yang diminta masyarakat atau tidak, apalagi didukung kemudahan perkem­bangan media sosial yang cepat menjangkau masyarakat.

“Apa yang sedang dilakukan atau apa yang akan dilakukan badan publik, perlu dibagikan melalui pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID),” kata  Menkominfo. Menurutnya BP bukan hanya pemerintah, pada umumnya adalah organisasi yang memberikan layanan kepada publik dan dibiayai APBN/APBD. Rudiantara menekankan keterbukaan informasi bukan transparansi informasi telanjang, melainkan terdapat beberapa informasi yang dikecualikan seperti pertahanan dan intelijen.

Sementara itu, Ketua KI Pusat Gede Narayana mengatakan esensi utama Hari Hak untuk Tahu adalah menjamin masyarakat menda­patkan akses informasi publik pada badan publik yang akurat, benar dan tidak menye­satkan sesuai aturan. Hal tersebut untuk mewujudkan tata ke­lola penyeleng­garaan negara yang trans­paran, akuntabel dan partisipatif keterlibatan masyarakat di dalamnya.

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply