KI Pusat Launching “Majalah Buka” Dirangkai Diskusi Keterbukaan Informasi dan Demokrasi


Komisi Informasi (KI) Pusat melaksanakan kegiatan launching Majalah Buka sekaligus dirangkai dengan acara diskusi publik bertitel “ Keterbukaan Informasi untuk Memperkuat Demokrasi dan Good Governance” di Ruang Rapat lantai 9 Kantor Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta , Selasa (10/09). Acara dibuka Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Penelitian dan Dokumentasi Romaus Ndau Lendong, Ketua Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi Wafa Patria Umma, dan Ketua Bidang Regulasi dan Kebijakan Publik Muhammad Syahyan serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho yang dihadiri sejumlah Badan Publik, seperti BUMN, Kementerian, Perguruan Tinggi Negeri, LNS, Ormas, dan Partai Politik.
Pada acara launching Majalah Buka – media cetak resmi yang diterbitkan oleh KI Pusat , ditandai dengan penyerahan secarea simbolik Majalah Buka ke sejumlah BP, diantaranya ke PT Taspen, PT KAI, dan Kementerian PUPR RI. Penerbitan Majalah Buka ini disambut antusias BP, dan bahkan mereka berharap agar edisi cetak Majalah Buka ditayangkan juga di official website KI Pusat www.komisiinformasi.go.id sebagai edisi e-magazine.
Sebagai penanggungjawab Majalah Buka, Komisioner Romanus menyatakan bahwa majalah ini akan menjadi acuan bagi seluruh Badan Publik dalam hal pelaksanaan keterbukaan informasi publik. Ia mengatakan keterbukaan informasi merupakan pilar demokrasi agar masyarakat menjadi cerdas dalam mengakses dan memanfaatkan pelaksanaan keterbukaan informasi.
Tak kalah menarik, pada kesempatan itu, KI Pusat merangkai kegiatan launching Majalah Buka dengan acara diskusi publik yang menghadirkan sejumlah Narasumber berkompeten yang membahas tentang isu keterbukaan informasi untuk memperkuat demokrasi dan good governance. Narasumber terdiri dari Ketua Bawaslu Abhan yang membawakan tema Mengawal Transparansi Pemilu, Komisioner KPU Wahyu Setiawan dengan tema Keterbukaan Informasi dalam Pemilu 2019, Anggota Komisi II DPR RI Komaruddin Watubun dengan materi Beberapa Catatan Keterbukaan Informasi dalam Undang-Undang Pemilu, acara dipandu Moderator Romanus Ndau Lendong.
Menurut Komaruddin Watubun seyogianya demokrasi bagi bangsa Indonesia dapat membawa rakyat nya merasakan keadilan dan kesejahteraan. Sementara Wahyu Setiawan menyebutkan bahwa pelaksanaan pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia karena telah menembus partisipasi diatas 81 persen pemilih, namun pesta demokrasi yang dilaksanakan secara serentak dapat dipastikan akan menjadi yang pertama dan terakhir karena banyaknya korban jiwa terhadap petugas TPS.
Adapun Abhan menyampaikan bahwa tugas Bawaslu pada pelaksanaan pemilu 2019 hampir sama dengan tugas yang diemban KI Pusat yang melaksanakan sidang ajudikasi dalam menyelesaikan sengketa pemilu. Namun ia menyatakan kerjasama pelaksana pemilu, yaitu KPU, Bawaslu dan DKPP sudah sangat harmonis sehingga tercipta pemilu yang berkualitas.(Laporan: Karel Salim/Foto:Ari Wijaya)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply