KI Pusat Melaksanakan Diskusi Refleksi Akhir Tahun


Lembaga Negara Komisi Informasi (KI) Pusat menakar pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik melalui kegiatan diskusi refleksi akhir tahun yang melibatkan badan publik, akademisi, CSO dan media massa. Diskusi bertajuk “Refleksi Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik 2019 dibuka oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana setelah laporan pelaksanaan disampaikan Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl Medan Merdeka Barat Jakarta pada Kamis (19/12).
Dalam diskusi refleksi akhir tahun diisi oleh Narasumber dari Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti mengangkat isu Peran Pemerintah dan Media dalam Keterbukaan Informasi Publik. Sedangkan dari Freedom of Information Network Indonesia (FoINI) Arbain, tampilkan tema Tantangan Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik.
Pemateri terakhir adalah Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi sekaligus penanggungjawab program ini membawakan tema Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019. Acara diskusi publik ini dimoderatori oleh Hariqo Wibawa Satria selaku Direktur Eksekutif Komunikonten.
Pada ujung acara diskulsi dilaksanakan pemberian apresiasi kepada media mainstream yang telah membantu mendorong pelaksanaan keterbukaan informasi publik di badan publik sebagaimana amanat Undang-Undang 14/2008, dalam bentuk pemberitaan di media masing-masing. KI Pusat memberikan apresiasi kepada delapan media mainstream atas perannya yang telah mendorong pelaksanaan keterbukaan informasi publik di tanah air sepanjang tahun 2019.
Pemberian penghargaan disampaikan kepada empat kategori media yaitu cetak, televisi, radio, dan online, masing-masing Harian Umum KOMPAS, Harian Koran Tempo, Metro TV, TV One, Radio Elshinta, RRI, Detik.com, dan Tribunnews.com. Apresiasi kepada media, menurut Cecep Suryadi menjadi agenda tahunan KI Pusat agar pemberitaan tentang keterbukaan informasi publik terus meningkat sehingga masyarakat dan badan publik paham tentang hak dan kewajibannya dalam menggunakan informasi publik untuk mengembangkan diri dan lingkungan sosialnya. (laporan:karel salim/foto:abdul rahman)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply