Komisioner M Syahyan: Digitalisasi Jangan Sampai Menimbulkan Bencana Peradaban


Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat Bidang Regulasi dan Kebijakan Publik Muhammad Syahyan mengingatkan bahwa momentum digitalisasi di era millenial haruslah direspon secara baik sehingga membawa perubahan baru menuju kemajuan, bukan sebaliknya menjadi gelombang tsunami yang menimbulkan bencana bagi peradaban.
M Syahyan menyampaikan kekhawatiran tersebut, saat memberikan keynote speech pada acara talkshow bertitel “Membangun Kesadaran Digital Generasi Milenial dalam Keterbukaan Informasi Publik” yang digelar oleh KI Pusat bekerjasama dengan Ditjen Aptika Kementerian Kominfo RI dan Siberkreasi di aula Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan pada Jumat (16/08). Talkshow yang diikuti kalangan mahasiswa perguruan tinggi di Medan itu menghadirkan M Syahyan, Arya Ardhita (beritabaik.id), M Arif Setyawan SOI Medan, dan Rahmat Hasibuan Relawan TIK sebagai Narasumber dan Ivana Maida sebagai moderator.
Di sela talkshow tersebut, KI Pusat memberikan sejumlah hadiah doorprize terhadap peserta yang mampu menjawab pertanyaan tentang keterbukaan informasi publik yang diajukan oleh M Syahyan. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan talkshow tersebut hingga acara berakhir serta semua peserta memperoleh sertifikat dari panitia.
Lebih lanjut, Syahyan menyampaikan bahwa kemajuan teknologi yang tak diimbangi dengan kecerdasan, kritis dan produktif dalam menggunakan perangkat teknologi modren, niscaya akan memberikan dampak buruk bagi peradaban manusia. “Kemajuan teknologi digital hanya akan menjadi jalan bagi korporasi global menguras alam dan menumbuhkan komsumerisme,” katanya menjelaskan.
Ia menyampaikan bahwa dalam literasi digital itu bukan hanya kemampuan mencari, menggunakan dan menyebarkan informasi, tetapi diperlukan kemampuan membuat informasi dan evaluasi kritis. Ketepatan aplikasi yang digunakan dan pemahaman mendalam dari isi informasi yang terkandung dalam konten digital tersebut.
“Disisi lain, literasi digital mencakup tanggungjawab dari setiap penyebar informasi yang dilakukan karena menyangkut dampak kepada masyarakat,” ungkapnya lagi. Dikatakanya bahwa membangun masyarakat di era digital haruslah disertai strategi budaya, cara berpikir, bertindak dan bereaksi dalam dunia baru digital guna mewujudkan manusia millenial Indonesia yang transparan, profesional, akuntabel, efektif, efisien dan mandiri agar tidak menjadi ketergantungan serta mampu mandiri di bidang ekonomi, politik dan keadilan. (Laporan/Foto : Karel Salim)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply