Tuntutan Konpensasi Corona vs Hak Paten Antivirus


Virus Corona berasal dari salah satu pasar seafood di kota Wuhan, China. Sangat banyak sekali berita ini diawal virus ini menggila dan menghantui dunia. Saya berfikir kok bisa ya ditemukan sumber awal virus begitu cepatnya dan beritanya masif pula.
Setelah itu Kota Wuhan diisolasi total, alasannya belajar dari pengalaman SARS tahun 2003. Saat itu saya berdo’a hal itu benar, bukan karena sudah diketahuinya sifat, kecepatan penyebaran, dan keganasan virus Corona itu sebelumnya.
Washington Post memberitakan, salah seorang Senator Amerika Serikat, Tim Cotton, mengatakan kalau Virus Corona berasal Laboratorium Keamanan Hayati Nasional Wuhan. Laboratorium ini merupakan laboratorium super keamanan hayati level 4 dan satu-satunya yang dipunyai China dan meneliti penyakit menular pada manusia.
Beredar juga isu di medsos yang menurut Kominfo tidak bisa dipertanggunjawabkan yaitu isu yang mengaitkan virus ini dengan senjata biologis, bahkan menurut Kominfo isu di medsos itu seolah merujuk ke media besar Amerika, Washington Times, namun dipelintir. Kominfo Republik Indonesia merasa perlu menyatakannya sebagai Disinformasi.
Namun warga negara banyak yang tetap tidak pernah tahu kebenaran yang sebenar-benarnya. Apakah wabah virus Corona ini hanya wabah yang bersifat alami yang berasal dari pasar ikan atau tempat lainnya yang bersifat alami?. Atau apakah wabah virus Corona ini berasal dari laboratorium ilmiah untuk tujuan ilmiah yang bocor?. Atau apakah virus Corona ini berasal dari sebuah proyek senjata biologis?. Tidak ada otoritas di luar China yang bisa memastikan.
Harusnya Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), terutama Dewan Keamanan PBB yang Indonesia saat ini Anggota Tidak Tetap dan World Health Organization (WHO), tidak bisa membiarlan ini mengambang begitu saja. Membiarkan ketidakpastian sumber awal virus Corona ini. PBB satu-satunya lembaga dunia yang memiliki kewenangan untuk memastikan kebenarannya.
Kenapa kepastian itu perlu? Karena itu sangat bermanfaat. Coba perhatikan.
Jika sumber awalnya bisa dipastikan adalah sumber alami dari bahan makanan di pasar, maka kepastian itu setidaknya bisa dijadikan referensi oleh milyaran ummat manusia bagaimana memperlakukan makanan dan bagaimana memilih sumber makanan dimasa depan.
Jika sumber awalnya adalah dari laboratorium penelitian ilmiah maka bisa diminta pertanggungjawaban negara pengelola laboratorium tersebut, termasuk dan tidak terbatas pada konpensasi keperdataan untuk penderita dan negara tertular. Dan konpensasi penting lainnya, semisal kewajiban menyebarluaskan segala hasil penelitian tentang serum obat antivirus Corona secara gratis ke seluruh dunia, atau malah antiserumnya sekalian.
Jika sumber awalnya adalah dari proyek senjata biologis, maka tidak saja negara asal virus tersebut harus diminta pertanghungjawaban sebagaimana jika sumber awal virus dari laboratorium ilmiah, namun juga harus dibawa ke Mahkamah Internasional.
Kepastian yang tak terbantahkan saat ini adalah Virus Corona berasal dari China. Dan Sungguh kebangetan kalau China sampai berfikir akan mengajukan Hak Paten Obat Antivirus Corona disaat semua dunia sedang terimbas Coronanya.
Kenapa China tidak berfikir untuk bersiap-siap jika seluruh negara di dunia menuntut konpensasi, kan lebih rasional.
Indonesia bisa saja memulai merumuskan konstruksi hukum untuk menuntut konpensasi tersebut ke otoritas China.
(Hendra J Kede-
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat)

About Author

Connect with Me:

Leave a Reply